Minggu, 30 September 2012

kilas-seribu puisi untukmu


Kilas- Seribu Puisi untukmu

1.      Heyy kamu, coba kemari, dan duduk disampingku karena aku punya seribu puisi untukmu. Mau kubacakan satu per satu?
2.      Selamat datang (kembali) di tempat yang paling nyaman untukmu, yaitu hatiku.
3.      Tolong jangan kau coba sembunyikan lukamu. Biar kuperban lukamu dengan kasih sayang yang paling dalam.
4.      Seharusnya aku tidak merindukanmu disaat engkau tengah berbahagia dengan seseorangmu
5.      Hal yang paling melelahkan adalah ketika aku rindu, cemburu, dan mengkhawatirkanmu, tetapi di waktu yang sama aku menyadari bahwa aku tak bisa berbuat apa-apa
6.      Aku selalu merindumu. Karena aku tahu waktu  terus bergerak maju, sementara aku rindu akan sosokmu yang dulu. Mutlak. Tak akan pernah bersatu.
7.      Aku tak berhak meminta kembalian atas segala perhatian dan kasih sayang telah kucurahkan. Meski kau tak tahu, dan biarlah tetap begitu.
8.      Kenangan yang aku miliki tentangmu itu indah, tapi entah kenapa selalu menyesakkan ketika mengenangnya
9.      Serupa hatimu, hatiku juga milik sang pencipta. Lantas, ketika hatiku jatuh padamu, aku bisa menapikannya?
10.  Asal kau tahu, jatuh cinta padamu itu bukan mauku.
11.  Kau tak tahu sekeras apa aku sudah berusaha untuk melupakan semuanya dan mengingatnya sesekali saja
12.  Akan tiba masa, dimana kita akan saling berbahagia dengan seseorang yang Tuhan siapkan untuk kita. tapi kita tak akan pernah bisa saling membahagiakan satu sama lain karena kita dicipta, bukan untuk  menjadi bagian dari hidup masing-masing

Senin, 10 September 2012

pastikan anda telah tersesat berada 'disini'

coba cek kembali, apakah anda salah ketik? karena saya dapat memastikah bahwa anda telah tersesat hingga terdampar disini dan terpaksa membaca tulisan ini. sebelum menyesal, silahkan anda meninggalkan halaman ini (haha sadis). entah apa tujuanku membuat blog. mungkin sebagai sarana menulis yang membuatku sedikit ketakutan. aku takut tulisanku dibaca orang dan rahasiaku ketahuan (aneh memang). aku sesekali mengisi blog ini karena aku yakin sekali akan sangat jarang orang yang mengunjungi. atau bahkan tidak ada sama sekali? hmm bisa jadi. dan aku akan berusaha untuk tidak peduli. biarkan begini saja. 'tanpa pembaca'.


kalau bicara mengenai isi dari blog ini, kurasa tidak ada hal yang membuat seseorang excited untuk terus memantau dan membaca segala hal yang ada disini. isi dari blog ini tak lebih dari sekedar flash true story yang terkadang di paksakan untuk menjadi flash fiction. tak ada info-info menarik ataupun tips-tips unik yang bisa di dapatkan dari blog ini.
yang paling parah, aku tidak bisa mengikuti pergerakan teknologi yang menuntut seorang blogger harus kreatif dengan men desain blog nya menjadi semenarik mungkin. blog ku amat sederhana dengan tulisan yang juga amat berantakan. bahkan, aku tidak bisa (atau belum bisa) memperbaiki setingan tanggal di blog ku yang telat satu hari dari tanggal yang sebenarnya. ketika aku menulis tanggal 5, mungkin yang akan muncul di tab adalah tanggal 4. menyedihkan memang.. akupun sering sekali melakukan kesalahan teknis dalam proses 'memperindah' setiap sisi dari blog ini. haha aku mungkin penulis yang tidak mempunyai jiwa seni dan selalu merasa 'dikelabui' oleh teknologi. yasudahlah.. mungkin segalanya akan bisa diperbaiki nanti. nanti ya.. bukan saat ini :)

Selasa, 04 September 2012

C

sejak awal aku menginjakan kaki di tempat ini, aku tak ingin dirimu hadir dalam hidupku dan membayang-bayangi diriku dalam ketakutan yang sebelumnya tak pernah aku rasakan.
kali ini, kau tepat berada di sampingku dan memadamkan cahaya yang ada pada diriku. mungkin dulu usahaku kurang keras untuk menjauhimu. aku ingin membenahi dan memperbaiki segalanya agar dirimu tak lagi hadir di hidupku. aku tak ingin membawa serta dirimu dalam catatan sejarah di hidupku. terlebih, aku tak ingin menunjukan dirimu kepada orangtuaku. apa jadinya kalau mereka tahu bahwa permata yang selama ini mereka bangga-banggakan telah ternoda lumpur yang aku lemparkan sendiri ke wajahku. aku tak ingin mereka kecewa dan meneteskan airmata kesedihan. begitu banyak tanggung jawab moral yang kini berada di pundakku. tak hanya keluarga dan sahabat, tetapi juga tetangga dan negaraku tercinta. aku bisa mengecap pendidikan tinggi karena di biayai oleh negara. dan uang negara sama halnya dengan uang seluruh rakyat indonesia. aku tak ingin mereka semua kecewa. aku ingin mengukir prestasi yang bisa membuat semua bangga. dan aku ingin tetap berbagi apa saja yang aku punya dengan siapa saja yang memang membutuhkannya. dan yang paling penting, aku ingin belajar menjadi insan paripurna yang bermanfaat bagi sesama dengan terus mencari keridhoan-NYA