Kamis, 26 April 2012

aku punya wacana untuk masa depan kita

sudah berapa lama kita mengenal? satu bulan, atau satu tahun? akh rasanya lebih lama dari itu. tapi aku selalu merasa baru kemarin kita bertemu. aku selalu suka ketika ada di sampingmu. mendengar setiap inci cerita bahagia dan sedihmu.bagiku, dirimu itu mengandung morfin yang memberikan efek bahagia pada diriku.sekarang kita sedang duduk bersama di bangku sebuah taman yang tak kukenal sebelumnya. temaram lampu taman menambah syahdu suasana. aku mulai berhitung dengan situasi. 10 detik berlalu, tapi dirimu belum juga angkat bicara. baiklah.. aku akan mulai perbincangan lebih dulu. tahukah kau? aku punya wacana untuk masa depan kita. aku sudah menyusun rencana dimana nanti kita akan menghabiskan sisa usia kita, juga tentang pengembangan bakat anak-anak kita nanti. kalau kita punya anak perempuan, aku ingin dia belajar memainkan biola. sedangkan anak laki-laki, aku ingin dia belajar memainkan piano. agar rumah kita nanti akan dipenuhi nada-nada indah yang akan menjadi penyejuk di keluarga kecil kita. tapi pada akhirnya, aku akan membebaskan mereka untuk jadi apa saja. selama itu baik, kenapa tidak? kurasa kau pun inginnya begitu. ah iya,, aku juga akan belajar memasak. terutama memasak makanan yang kau suka. maaf ya, jika sampai saat ini masakanku masih serba kekurangan. kurang garam, kurang gula, atau kekurangan yang lainnya. aku sudah dapat menebak rasa masakanku saat melihat wajahmu menyeringai ketika mencicipinya. dari sana aku tahu, bahwa ada sesuatu yang salah dengan masakanku. tapi kau selalu saja memujinya, dan dengan wajah terpaksa menghabiskannya. dan sesaat setelah itu, cintaku padamu akan selalu bertambah seperti kecepatan cahaya yang tak dapat dikalkulasikan dengan deretan angka. sudah tahu tentang itu? kurasa aku belum sempat mengatakan hal itu padamu.aku juga belum mengatakan tentang diriku yang kini sudah bisa menghilangkan kebiasaanku menuliskan nama di setiap kertas yang ada di depanku. itu memalukan katamu. haha
tawaku terhenti ketika menyadari ada hal yang aneh. kenapa kau tidak menanggapi perkataanku? bukankah kau selalu berkomentar atas apapun yang aku lakukan? aku hampir lupa bertanya kepadamu dimanakah kita berada. tapi tak ada guna jika aku bertanya sekarang. kulihat bayangmu perlahan memudar dan menghilang dari sisiku. aku tahu ini dimana. ternyata kita sedang berada dalam mimpiku. pantas saja semuanya terlihat begitu indah, bukankah dirimu memang sudah menghilang sejak dulu? aku benar-benar dikelabui oleh mimpiku sendiri, yasudah. biarkan aku bangun sekarang. karena aku harus melanjutkan hidupku tanpa bayangmu. aku harus menata hati dan pikiranku seraya mengubur dalam-dalam mimpi yang aku uraikan dalam mimpiku tadi. dan untuk dirimu, tolong jangan datang kedalam mimpiku lagi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar