seorang penulis pernah berkata, bahwa kita bisa berbagi tanpa harus mencintai, tetapi kita tak akan pernah bisa mencintai tanpa pernah berbagi. entah yang kurasa ini namanya apa. cinta? bisa jadi. tapi aku tak mau terlalu cepat menyimpulkannya. aku tak mau terhanyut dalam perasaanku sendiri dengan selalu memanjakan hati ini. tapi nyatanya, aku ingin selalu berbagi. berbagi apa saja yang kumiliki tanpa dia ketahui. berbagi waktuku untuk merindunya, dan terkadang mencemburuinya. padahal aku bukan siapa-siapa dan tentunya tidak bisa melakukan apa-apa. hanya memendam segalanya dalam diam. sesekali aku menyadari tindakan-tindakan bodohku untuk menarik perhatiannya.dan entah kekuatan apa yang bisa membuatku rela berkorban dan memberi sesuatu yang aku miliki meski terkadang dia tidak memintanya sama sekali. hatiku sepenuhnya sadar bahwa hatinya sudah ada yang memiliki. dia ada, tapi bukan untukku. seseorang menyarankan, agar aku belajar melepaskan. aku bingung.. apa yang harus aku lepaskan? bukankah aku memang tak pernah bisa menggenggam hatinya? ya sudahlah.. aku lelah memikirkannya. meski suatu saat nanti dia tahu bahwa aku disini merindunya, lalu aku bisa apa? jika suatu saat nanti dia memutuskan untuk berhenti menjalin kisah cinta dengan seseorangnya, lalu aku bisa apa? dan jika suatu saat nanti dia mengerti betapa aku selalu melawan hatiku hingga dada ini sesak karenanya, lalu aku bisa apa? nyatanya, apapun kemungkinan yang bisa terjadi, aku tetap tidak bisa melakukan apa-apa. aku dan dia kini berada dalam dimensi yang berbeda hati ini harus segera ditata kembali. karena bagaimanapun aku harus melanjutkan hidupku tanpa dirinya lagi. baik di hati, maupun pikiranku. Tuhan.. tolong genggam hatiku dengan cinta-MU.Senin, 28 Mei 2012
lalu, aku bisa apa?
seorang penulis pernah berkata, bahwa kita bisa berbagi tanpa harus mencintai, tetapi kita tak akan pernah bisa mencintai tanpa pernah berbagi. entah yang kurasa ini namanya apa. cinta? bisa jadi. tapi aku tak mau terlalu cepat menyimpulkannya. aku tak mau terhanyut dalam perasaanku sendiri dengan selalu memanjakan hati ini. tapi nyatanya, aku ingin selalu berbagi. berbagi apa saja yang kumiliki tanpa dia ketahui. berbagi waktuku untuk merindunya, dan terkadang mencemburuinya. padahal aku bukan siapa-siapa dan tentunya tidak bisa melakukan apa-apa. hanya memendam segalanya dalam diam. sesekali aku menyadari tindakan-tindakan bodohku untuk menarik perhatiannya.dan entah kekuatan apa yang bisa membuatku rela berkorban dan memberi sesuatu yang aku miliki meski terkadang dia tidak memintanya sama sekali. hatiku sepenuhnya sadar bahwa hatinya sudah ada yang memiliki. dia ada, tapi bukan untukku. seseorang menyarankan, agar aku belajar melepaskan. aku bingung.. apa yang harus aku lepaskan? bukankah aku memang tak pernah bisa menggenggam hatinya? ya sudahlah.. aku lelah memikirkannya. meski suatu saat nanti dia tahu bahwa aku disini merindunya, lalu aku bisa apa? jika suatu saat nanti dia memutuskan untuk berhenti menjalin kisah cinta dengan seseorangnya, lalu aku bisa apa? dan jika suatu saat nanti dia mengerti betapa aku selalu melawan hatiku hingga dada ini sesak karenanya, lalu aku bisa apa? nyatanya, apapun kemungkinan yang bisa terjadi, aku tetap tidak bisa melakukan apa-apa. aku dan dia kini berada dalam dimensi yang berbeda hati ini harus segera ditata kembali. karena bagaimanapun aku harus melanjutkan hidupku tanpa dirinya lagi. baik di hati, maupun pikiranku. Tuhan.. tolong genggam hatiku dengan cinta-MU.Sabtu, 19 Mei 2012
poetry rhapsody :D
Semenjak loncat di dunia kepenulisan, (belum terjun ya..)
aku mulai mengetahui beberapa kebiasaan penulis ketika memasuki hari ulang
tahunnya. Beberapa dari mereka biasanya mengadakan event menulis. Entah itu
puisi atau cerpen yang nantinya akan di bukukan. Tak lama lagi aku akan
memasuki hari jadiku yang ke delapan belas. Dan akupun sebenarnya ingin sekali
mengadakan event menulis (lah.. emang sekarang sudah jadi penulis ya? Haha
mulai belajar gila ). Tapi harapanku terbentur oleh kenyataan yang amat klise,
yaitu tidak punya modal untuk merealisasikan semuanya. Haha alasan klasik. Mungkin
hal itu tidak bisa aku realisasikan tahun ini. Mungkin di tahun berikutnya,
ketika semuanya memungkinkan dan akupun berada dalam keadaan mapan. Amin
Di tahun ini, aku punya rencana sederhana. Aku ingin
membukukan puisi-puisi yang pernah aku buat menjadi sebuah buku antologi.
Sekali lagi, karena aku tidak punya modal untuk mencetaknya di penerbit, maka
aku akan menjilidnya secara manual di tempat fotocopy. Haha aku Hanya ingin
membuat sebuah karya yang dapat kukenang nantinya. Karya yang di buat oleh
diriku, dan yang membacanya juga hanya diriku. kurasa Belum saatnya aku berbagi
tulisanku yang seutuhnya kepada seseorang atau beberapa orang. Karena sampai
saat ini belum ada yang memahami dan mengerti akan diriku. Buku sederhana ini
nantinya akan kuberi judiul poetry rhapsody. Kebanyakan dari puisinya yaitu
bertema galau danada juga puisi motivasi (percaya deh.. untuk puisi jenis ini
sedikit sekali).
Sampai saat ini, aku masih bermimpi untuk membuat buku best
seller dan bisa mengubah dunia dengan kata-kata. Tapi tulisanku masih jauh dari
bagus. Pembacanya juga belum banyak. Sebagai penulis (masih di pertanyakan),
mungkin aku mempunyai sifat yang sedikit aneh. terkadang aku tak ingin apa yang
kutulis dibaca oleh orang. Jadi alas an aku menulis adalah untuk bisa
membebaskan kata-kata yang hinggap di kepalaku. Dan yang lebih penting dari
segalanya, heyy menulis itu menyenangkan. Seperti candu. Membuat aku ketagihan
untuk menuliskan setiap inci cerita bahagia dan sedihku. Meskipun yang aku
alami itu menyedihkan dan mengiris hati, tapi setelah aku menuliskannya,
seperti ada beban yang berkurang satu.
Dan bagi siapapun (artinya siapapun yang melihat blog ini,
membaca tulisanku meskipun tidak semuanya karena sudah merasa aneh ketika
membaca kalimat pertamanya). Aku ucapkan terimakasih yang besar. Sebesar apapun
yang kalian suka. Haha karena aku tak tahu porsi terimakasih untuk menghargai
kalian itu sebesar apa. Karena setiap orang itu berbeda. Iya kan? Haha sok tahu
yah (mohon di maklum ya. Ini orang ngakunya penulis, tapi ga tau gimana caranya
nulis yang baik dan benar alias amatiran)
Aku akan terus belajar dan menjadikan diri ini menjadi
pribadi pembelajar. Termasuk belajar menulis. Karena menulis adalah salah satu
pekerjaan yang dapat memperpanjang usia kita di dunia. Karyaku akan berusia
lebih lama di banding usia hidupku sendiri. Dan pekerjaan ini insya Allah dapat
menuai pahala yang tiada henti-hentinya jika karya kita bisa berguna dan
bermanfaat bagi sesama. amin
Ini adalah wacana yang suatu saat kuharap akan menjadi nyata.
Senin, 07 Mei 2012
ya Tuhan.. pintaku sederhana.
banyak sekali kata-kata yang sekarang tengah hinggap di kepalaku. aku hanya ingin menuliskannya tanpa harus memilahnya satu per satu. aku tak tahu dihatiku ini tergurat nama siapa. semuanya tampak samar. hatiku mungkin sedang tidak ingin mencari penghuni baru.tidak mudah menghapus sesuatu yang sudah lama terukir indah disana.memang, hatiku dulu dipenuhi oleh sebuah nama. tapi entah sekarang keadaannya bagaimana. bahkan aku enggan menengok hatiku untuk sekedar memastikan bahwa semuanya baik-baik saja.
aku dis orientasi mencari makna pada setiap dinamika yang terjadi di hati ini. aku merasa kehilangan sesuatu yang sebelumnya memang tak pernah kumiliki. padahal seharusnya aku bahagia karena dia kini sudah ada yang menjaga. sudah ada seseorang yang akan memastikan apakah dia sudah makan atau belum. seseorang yang akan selalu siaga membantu dia ketika sesuatu terjadi padanya. dengan begitu, beban pikiranku berkurang satu. apalagi yang melakukannya itu adalah seseorang yang dia cinta, dan yang terpenting bisa membuatnya bahagia.
seharusnya aku tak merasa terluka. karena tak akan ada luka karena keikhlasan menyayangi. karena esensi dari ikhlas adalah memberi tanpa berharap kembali. masa iya ada seseorang yang merasa sakit ketika melihat seseorang yang disayanginya bahagia?
semoga dia dan seseorangnya bisa bertahan lama. kalau bisa selamanya. aku tak ingin hatinya patah. karena kalau suatu saat nanti mereka berpisah, aku pasti tak tega melihatnya. ya Tuhan.. pintaku sederhana. jagalah hati kami, sentosakanlah, dan pastikan hati kami selalu bahagia.
aku dis orientasi mencari makna pada setiap dinamika yang terjadi di hati ini. aku merasa kehilangan sesuatu yang sebelumnya memang tak pernah kumiliki. padahal seharusnya aku bahagia karena dia kini sudah ada yang menjaga. sudah ada seseorang yang akan memastikan apakah dia sudah makan atau belum. seseorang yang akan selalu siaga membantu dia ketika sesuatu terjadi padanya. dengan begitu, beban pikiranku berkurang satu. apalagi yang melakukannya itu adalah seseorang yang dia cinta, dan yang terpenting bisa membuatnya bahagia.
seharusnya aku tak merasa terluka. karena tak akan ada luka karena keikhlasan menyayangi. karena esensi dari ikhlas adalah memberi tanpa berharap kembali. masa iya ada seseorang yang merasa sakit ketika melihat seseorang yang disayanginya bahagia?
semoga dia dan seseorangnya bisa bertahan lama. kalau bisa selamanya. aku tak ingin hatinya patah. karena kalau suatu saat nanti mereka berpisah, aku pasti tak tega melihatnya. ya Tuhan.. pintaku sederhana. jagalah hati kami, sentosakanlah, dan pastikan hati kami selalu bahagia.
Langganan:
Komentar (Atom)