Minggu, 30 September 2012

kilas-seribu puisi untukmu


Kilas- Seribu Puisi untukmu

1.      Heyy kamu, coba kemari, dan duduk disampingku karena aku punya seribu puisi untukmu. Mau kubacakan satu per satu?
2.      Selamat datang (kembali) di tempat yang paling nyaman untukmu, yaitu hatiku.
3.      Tolong jangan kau coba sembunyikan lukamu. Biar kuperban lukamu dengan kasih sayang yang paling dalam.
4.      Seharusnya aku tidak merindukanmu disaat engkau tengah berbahagia dengan seseorangmu
5.      Hal yang paling melelahkan adalah ketika aku rindu, cemburu, dan mengkhawatirkanmu, tetapi di waktu yang sama aku menyadari bahwa aku tak bisa berbuat apa-apa
6.      Aku selalu merindumu. Karena aku tahu waktu  terus bergerak maju, sementara aku rindu akan sosokmu yang dulu. Mutlak. Tak akan pernah bersatu.
7.      Aku tak berhak meminta kembalian atas segala perhatian dan kasih sayang telah kucurahkan. Meski kau tak tahu, dan biarlah tetap begitu.
8.      Kenangan yang aku miliki tentangmu itu indah, tapi entah kenapa selalu menyesakkan ketika mengenangnya
9.      Serupa hatimu, hatiku juga milik sang pencipta. Lantas, ketika hatiku jatuh padamu, aku bisa menapikannya?
10.  Asal kau tahu, jatuh cinta padamu itu bukan mauku.
11.  Kau tak tahu sekeras apa aku sudah berusaha untuk melupakan semuanya dan mengingatnya sesekali saja
12.  Akan tiba masa, dimana kita akan saling berbahagia dengan seseorang yang Tuhan siapkan untuk kita. tapi kita tak akan pernah bisa saling membahagiakan satu sama lain karena kita dicipta, bukan untuk  menjadi bagian dari hidup masing-masing

Senin, 10 September 2012

pastikan anda telah tersesat berada 'disini'

coba cek kembali, apakah anda salah ketik? karena saya dapat memastikah bahwa anda telah tersesat hingga terdampar disini dan terpaksa membaca tulisan ini. sebelum menyesal, silahkan anda meninggalkan halaman ini (haha sadis). entah apa tujuanku membuat blog. mungkin sebagai sarana menulis yang membuatku sedikit ketakutan. aku takut tulisanku dibaca orang dan rahasiaku ketahuan (aneh memang). aku sesekali mengisi blog ini karena aku yakin sekali akan sangat jarang orang yang mengunjungi. atau bahkan tidak ada sama sekali? hmm bisa jadi. dan aku akan berusaha untuk tidak peduli. biarkan begini saja. 'tanpa pembaca'.


kalau bicara mengenai isi dari blog ini, kurasa tidak ada hal yang membuat seseorang excited untuk terus memantau dan membaca segala hal yang ada disini. isi dari blog ini tak lebih dari sekedar flash true story yang terkadang di paksakan untuk menjadi flash fiction. tak ada info-info menarik ataupun tips-tips unik yang bisa di dapatkan dari blog ini.
yang paling parah, aku tidak bisa mengikuti pergerakan teknologi yang menuntut seorang blogger harus kreatif dengan men desain blog nya menjadi semenarik mungkin. blog ku amat sederhana dengan tulisan yang juga amat berantakan. bahkan, aku tidak bisa (atau belum bisa) memperbaiki setingan tanggal di blog ku yang telat satu hari dari tanggal yang sebenarnya. ketika aku menulis tanggal 5, mungkin yang akan muncul di tab adalah tanggal 4. menyedihkan memang.. akupun sering sekali melakukan kesalahan teknis dalam proses 'memperindah' setiap sisi dari blog ini. haha aku mungkin penulis yang tidak mempunyai jiwa seni dan selalu merasa 'dikelabui' oleh teknologi. yasudahlah.. mungkin segalanya akan bisa diperbaiki nanti. nanti ya.. bukan saat ini :)

Selasa, 04 September 2012

C

sejak awal aku menginjakan kaki di tempat ini, aku tak ingin dirimu hadir dalam hidupku dan membayang-bayangi diriku dalam ketakutan yang sebelumnya tak pernah aku rasakan.
kali ini, kau tepat berada di sampingku dan memadamkan cahaya yang ada pada diriku. mungkin dulu usahaku kurang keras untuk menjauhimu. aku ingin membenahi dan memperbaiki segalanya agar dirimu tak lagi hadir di hidupku. aku tak ingin membawa serta dirimu dalam catatan sejarah di hidupku. terlebih, aku tak ingin menunjukan dirimu kepada orangtuaku. apa jadinya kalau mereka tahu bahwa permata yang selama ini mereka bangga-banggakan telah ternoda lumpur yang aku lemparkan sendiri ke wajahku. aku tak ingin mereka kecewa dan meneteskan airmata kesedihan. begitu banyak tanggung jawab moral yang kini berada di pundakku. tak hanya keluarga dan sahabat, tetapi juga tetangga dan negaraku tercinta. aku bisa mengecap pendidikan tinggi karena di biayai oleh negara. dan uang negara sama halnya dengan uang seluruh rakyat indonesia. aku tak ingin mereka semua kecewa. aku ingin mengukir prestasi yang bisa membuat semua bangga. dan aku ingin tetap berbagi apa saja yang aku punya dengan siapa saja yang memang membutuhkannya. dan yang paling penting, aku ingin belajar menjadi insan paripurna yang bermanfaat bagi sesama dengan terus mencari keridhoan-NYA

Senin, 04 Juni 2012

ini tulisan fiksi tentang benci

jujur, aku amat membenci keadaan ini. tapi aku lebih membenci hatiku yang tak pernah mengizinkanku untuk membencimu.mau tak mau, aku harus membencimu. karena hanya itulah perasaan yang dapat menjadikan sekat antara dirimu, dan harapku padamu. entah sudah berapa kali aku meyakinkan hatiku bahwa dirimu ada, tapi tidak dengan hatimu. hatimu bukan untuk di genggam hatiku. aku letih.harus bagaimana lagi? sakit seperti apa lagi yang harus dirasakan hatiku ini? hatiku serupa kaca yang hanya bisa membiaskan hal baik dari dirimu. segala kekuranganmu gagal di pantulkan olehnya. sehingga baginya, kau adalah sosok sempurna yang patut di puja. dan serupa cinta, perasaan ini mengakar kuat di relung hatiku. dan pikirankupun enggan mengenyahkan namamu dari sana. jika boleh aku memilih siapa yang ingin aku cintai, maka aku tak ingin jatuh cinta padamu yang tak pernah bisa membalas cintaku. kenapa harus kamu? kenapa tidak yang lain saja yang bisa menghargai setiap perasaan dan kecemasan yang aku berikan.mencintai kamu itu melelahkan. amat menguras hati dan pikiran. apalagi ketika aku merasakan cemburu yang di iringi kerinduan. aku hanya bisa diam dan berdoa untuk kebaikanmu. aku selalu berusaha agar cemburu dan rinduku tidak kelihatan olehmu. karena jika kamu tahu, hal itu akan membebani pikiranmu dan akan membuatmu bingung kira-kira apa kata-kata terbaik yang bisa kau katakan padaku, dan sebisa mungkin tidak menyinggung perasaanku. asal kamu tahu, mencintaimu itu bukan mauku!!

Senin, 28 Mei 2012

lalu, aku bisa apa?

seorang penulis pernah berkata, bahwa kita bisa berbagi tanpa harus mencintai, tetapi kita tak akan pernah bisa mencintai tanpa pernah berbagi. entah yang kurasa ini namanya apa. cinta? bisa jadi. tapi aku tak mau terlalu cepat menyimpulkannya. aku tak mau terhanyut dalam perasaanku sendiri dengan selalu memanjakan hati ini. tapi nyatanya, aku ingin selalu berbagi. berbagi apa saja yang kumiliki tanpa dia ketahui. berbagi waktuku untuk merindunya, dan terkadang mencemburuinya. padahal aku bukan siapa-siapa dan tentunya tidak bisa melakukan apa-apa. hanya memendam segalanya dalam diam. sesekali aku menyadari tindakan-tindakan bodohku untuk menarik perhatiannya.dan entah kekuatan apa yang bisa membuatku rela berkorban dan memberi sesuatu yang aku miliki meski terkadang dia tidak memintanya sama sekali. hatiku sepenuhnya sadar bahwa hatinya sudah ada yang memiliki. dia ada, tapi bukan untukku. seseorang menyarankan, agar aku belajar melepaskan. aku bingung.. apa yang harus aku lepaskan? bukankah aku memang tak pernah bisa menggenggam hatinya? ya sudahlah.. aku lelah memikirkannya. meski suatu saat nanti dia tahu bahwa aku disini merindunya, lalu aku bisa apa? jika suatu saat nanti dia memutuskan untuk berhenti menjalin kisah cinta dengan seseorangnya, lalu aku bisa apa? dan jika suatu saat nanti dia mengerti betapa aku selalu melawan hatiku hingga dada ini sesak karenanya, lalu aku bisa apa? nyatanya, apapun kemungkinan yang bisa terjadi, aku tetap tidak bisa melakukan apa-apa. aku dan dia kini berada dalam dimensi yang berbeda hati ini harus segera ditata kembali. karena bagaimanapun aku harus melanjutkan hidupku tanpa dirinya lagi. baik di hati, maupun pikiranku. Tuhan.. tolong genggam hatiku dengan cinta-MU.



Sabtu, 19 Mei 2012

poetry rhapsody :D


Semenjak loncat di dunia kepenulisan, (belum terjun ya..) aku mulai mengetahui beberapa kebiasaan penulis ketika memasuki hari ulang tahunnya. Beberapa dari mereka biasanya mengadakan event menulis. Entah itu puisi atau cerpen yang nantinya akan di bukukan. Tak lama lagi aku akan memasuki hari jadiku yang ke delapan belas. Dan akupun sebenarnya ingin sekali mengadakan event menulis (lah.. emang sekarang sudah jadi penulis ya? Haha mulai belajar gila ). Tapi harapanku terbentur oleh kenyataan yang amat klise, yaitu tidak punya modal untuk merealisasikan semuanya. Haha alasan klasik. Mungkin hal itu tidak bisa aku realisasikan tahun ini. Mungkin di tahun berikutnya, ketika semuanya memungkinkan dan akupun berada dalam keadaan mapan. Amin
Di tahun ini, aku punya rencana sederhana. Aku ingin membukukan puisi-puisi yang pernah aku buat menjadi sebuah buku antologi. Sekali lagi, karena aku tidak punya modal untuk mencetaknya di penerbit, maka aku akan menjilidnya secara manual di tempat fotocopy. Haha aku Hanya ingin membuat sebuah karya yang dapat kukenang nantinya. Karya yang di buat oleh diriku, dan yang membacanya juga hanya diriku. kurasa Belum saatnya aku berbagi tulisanku yang seutuhnya kepada seseorang atau beberapa orang. Karena sampai saat ini belum ada yang memahami dan mengerti akan diriku. Buku sederhana ini nantinya akan kuberi judiul poetry rhapsody. Kebanyakan dari puisinya yaitu bertema galau danada juga puisi motivasi (percaya deh.. untuk puisi jenis ini sedikit sekali).
Sampai saat ini, aku masih bermimpi untuk membuat buku best seller dan bisa mengubah dunia dengan kata-kata. Tapi tulisanku masih jauh dari bagus. Pembacanya juga belum banyak. Sebagai penulis (masih di pertanyakan), mungkin aku mempunyai sifat yang sedikit aneh. terkadang aku tak ingin apa yang kutulis dibaca oleh orang. Jadi alas an aku menulis adalah untuk bisa membebaskan kata-kata yang hinggap di kepalaku. Dan yang lebih penting dari segalanya, heyy menulis itu menyenangkan. Seperti candu. Membuat aku ketagihan untuk menuliskan setiap inci cerita bahagia dan sedihku. Meskipun yang aku alami itu menyedihkan dan mengiris hati, tapi setelah aku menuliskannya, seperti ada beban yang berkurang satu.
Dan bagi siapapun (artinya siapapun yang melihat blog ini, membaca tulisanku meskipun tidak semuanya karena sudah merasa aneh ketika membaca kalimat pertamanya). Aku ucapkan terimakasih yang besar. Sebesar apapun yang kalian suka. Haha karena aku tak tahu porsi terimakasih untuk menghargai kalian itu sebesar apa. Karena setiap orang itu berbeda. Iya kan? Haha sok tahu yah (mohon di maklum ya. Ini orang ngakunya penulis, tapi ga tau gimana caranya nulis yang baik dan benar alias amatiran)
Aku akan terus belajar dan menjadikan diri ini menjadi pribadi pembelajar. Termasuk belajar menulis. Karena menulis adalah salah satu pekerjaan yang dapat memperpanjang usia kita di dunia. Karyaku akan berusia lebih lama di banding usia hidupku sendiri. Dan pekerjaan ini insya Allah dapat menuai pahala yang tiada henti-hentinya jika karya kita bisa berguna dan bermanfaat bagi sesama. amin
Ini adalah wacana yang suatu saat kuharap akan menjadi nyata.

Senin, 07 Mei 2012

ya Tuhan.. pintaku sederhana.

banyak sekali kata-kata yang sekarang tengah hinggap di kepalaku. aku hanya ingin menuliskannya tanpa harus memilahnya satu per satu. aku tak tahu dihatiku ini tergurat nama siapa. semuanya tampak samar. hatiku mungkin sedang tidak ingin mencari penghuni baru.tidak mudah menghapus sesuatu yang sudah lama terukir indah disana.memang, hatiku dulu dipenuhi oleh sebuah nama. tapi entah sekarang keadaannya bagaimana. bahkan aku enggan menengok hatiku untuk sekedar  memastikan bahwa semuanya baik-baik saja.
aku dis orientasi mencari makna pada setiap dinamika yang terjadi di hati ini. aku merasa kehilangan sesuatu yang sebelumnya memang tak pernah kumiliki. padahal seharusnya aku bahagia karena dia kini sudah ada yang menjaga. sudah ada seseorang yang akan memastikan apakah dia sudah makan atau belum. seseorang yang akan selalu siaga membantu dia ketika sesuatu terjadi padanya. dengan begitu, beban pikiranku berkurang satu. apalagi yang melakukannya itu adalah seseorang yang dia cinta, dan yang terpenting bisa membuatnya bahagia.
seharusnya aku tak merasa terluka. karena tak akan ada luka karena keikhlasan menyayangi. karena esensi dari ikhlas adalah memberi tanpa berharap kembali. masa iya ada seseorang yang merasa sakit ketika melihat seseorang yang disayanginya bahagia?
semoga dia dan seseorangnya bisa bertahan lama. kalau bisa selamanya. aku tak ingin hatinya patah. karena kalau suatu saat nanti mereka berpisah, aku pasti tak tega melihatnya. ya Tuhan.. pintaku sederhana. jagalah hati kami, sentosakanlah, dan pastikan hati kami selalu bahagia.

Minggu, 29 April 2012

menemukan wujud cintamu yang jatuh tepat di retina mataku

tadi pagi, aku berjanji dalam hati akan menuliskan tentangmu hari ini. masih lekat di ingatanku ketika kau melepaskan kepergianku tanpa sedikitpun senyum di bibirmu. perih hatiku melihat sikapmu. aku rasa dirimu hanya menganggap aku perhiasan, bukan manusia. aku serupa berlian yang bisa kau pamerkan kepada siapa saja dan seolah memperlihatkan betapa 'hebatnya' anda. setelah itu anda simpan tanpa sedikitpun sapaan. duh bunda.. kenapa kau begitu berbeda?
dari balik jendela, aku selalu mendengarmu bercerita kepada mereka. kau jabarkan segala hal yang aku bisa, bahkan terkadang terlalu berlebihan. sebenarnya aku ingin berteriak mengoreksi setiap perkataanmu, tapi aku takut menjatuhkan dirimu. karena bagaimanapun, aku sayang padamu. teramat malah.. mungkin kau saja yang belum mengetahuimya
ketika dirumah, aku benar-benar seperti batu yang tak dapat berbuat apa-apa. kau anggap aku seakan tak ada. padahal aku ingin membantu sedikit pekerjaanmu, tapi respon darimu jauh dari harapanku. aku sudah coba apa yang aku bisa. tapi semua hal itu serasa tak ada gunanya. sejumlah karya dan prestasi hanya sebatas label pada diriku yang nanti bisa kau bangga-banggakan pada orang lain. aku sudah tak ingat lagi kapan terakhir kita bercengkrama. bagiku, waktu ketika kita bisa bicara berdua adalah momen yang teramat langka. percayalah. aku sangat merindukannya.
setiap kau berangkat mengaji, aku selalu memendam harap dan seraya berdoa dalam hati semoga ketika kau pulang nanti akan ada perubahan positif darimu. tapi sampai saat ini aku belum menemukan wujud cintamu yang jatuh tepat di retina mataku. entah kapan ya, aku bisa merasakannya. setidaknya, aku ingin diperlakukan sama dengan kakakku. aku selalu tersenyum getir ketika melihat betapa perhatiannya dirimu kepadanya. bun, aku juga dong.. please..
aku percaya, setiap orang pasti akan berubah. semoga kau juga begitu. aku akan menunggunya. jangan lama-lama ya bunda.. :)

pintaku sederhana,,
aku hanya ingin mengabdi padamu dengan cinta yang utuh tanpa sedikitpun rasa benci di hatiku.
semoga cintaku lekas menyentuh hatimu.


Kamis, 26 April 2012

aku punya wacana untuk masa depan kita

sudah berapa lama kita mengenal? satu bulan, atau satu tahun? akh rasanya lebih lama dari itu. tapi aku selalu merasa baru kemarin kita bertemu. aku selalu suka ketika ada di sampingmu. mendengar setiap inci cerita bahagia dan sedihmu.bagiku, dirimu itu mengandung morfin yang memberikan efek bahagia pada diriku.sekarang kita sedang duduk bersama di bangku sebuah taman yang tak kukenal sebelumnya. temaram lampu taman menambah syahdu suasana. aku mulai berhitung dengan situasi. 10 detik berlalu, tapi dirimu belum juga angkat bicara. baiklah.. aku akan mulai perbincangan lebih dulu. tahukah kau? aku punya wacana untuk masa depan kita. aku sudah menyusun rencana dimana nanti kita akan menghabiskan sisa usia kita, juga tentang pengembangan bakat anak-anak kita nanti. kalau kita punya anak perempuan, aku ingin dia belajar memainkan biola. sedangkan anak laki-laki, aku ingin dia belajar memainkan piano. agar rumah kita nanti akan dipenuhi nada-nada indah yang akan menjadi penyejuk di keluarga kecil kita. tapi pada akhirnya, aku akan membebaskan mereka untuk jadi apa saja. selama itu baik, kenapa tidak? kurasa kau pun inginnya begitu. ah iya,, aku juga akan belajar memasak. terutama memasak makanan yang kau suka. maaf ya, jika sampai saat ini masakanku masih serba kekurangan. kurang garam, kurang gula, atau kekurangan yang lainnya. aku sudah dapat menebak rasa masakanku saat melihat wajahmu menyeringai ketika mencicipinya. dari sana aku tahu, bahwa ada sesuatu yang salah dengan masakanku. tapi kau selalu saja memujinya, dan dengan wajah terpaksa menghabiskannya. dan sesaat setelah itu, cintaku padamu akan selalu bertambah seperti kecepatan cahaya yang tak dapat dikalkulasikan dengan deretan angka. sudah tahu tentang itu? kurasa aku belum sempat mengatakan hal itu padamu.aku juga belum mengatakan tentang diriku yang kini sudah bisa menghilangkan kebiasaanku menuliskan nama di setiap kertas yang ada di depanku. itu memalukan katamu. haha
tawaku terhenti ketika menyadari ada hal yang aneh. kenapa kau tidak menanggapi perkataanku? bukankah kau selalu berkomentar atas apapun yang aku lakukan? aku hampir lupa bertanya kepadamu dimanakah kita berada. tapi tak ada guna jika aku bertanya sekarang. kulihat bayangmu perlahan memudar dan menghilang dari sisiku. aku tahu ini dimana. ternyata kita sedang berada dalam mimpiku. pantas saja semuanya terlihat begitu indah, bukankah dirimu memang sudah menghilang sejak dulu? aku benar-benar dikelabui oleh mimpiku sendiri, yasudah. biarkan aku bangun sekarang. karena aku harus melanjutkan hidupku tanpa bayangmu. aku harus menata hati dan pikiranku seraya mengubur dalam-dalam mimpi yang aku uraikan dalam mimpiku tadi. dan untuk dirimu, tolong jangan datang kedalam mimpiku lagi.

Jumat, 20 April 2012

membebaskan diriku dengan menulis sesuatu


Bisa terbaca dengan sangat jelas. Alamat blog ku adalah ‘ubahduniadengankata.blogspot.com’. aku belum lama bergabung disini. Kata orang, menulis blog itu menyenangkan. Mereka bisa jadi benar. Tapi mungkin aku belum bisa konsisten dengan visiku membuat blog. Aku ingin merubah dunia dengan kata-kata. Tapi bagaimana bisa mengubah dunia? Mengubah pikiran satu orang saja, aku belum tentu bisa. Hahaha apalagi aku belum punya pembaca. Yah.. tulisanku memang biasa-biasa saja. Belum bisa menggugah. Mungkin nanti, di suatu hari akan tiba masanya. Masa dimana aku bisa menulis sesuatu yang berguna bagi sesama, dan tentunya bisa merubah dunia. Aku terbiasa menulis sesuatu tanpa ada seorangpun yang membacanya. Aku senang menimpannya untuk diriku sendiri, dan mengenangnya di suatu hari. Tapi aku akan sangat bangga jika tulisanku dibaca, dan di hargai.
Belum banyak yang tahu tentang blog ku ini. Mungkin karena aku belum menjadi siapa-siapa, dan belum menjadi orang yang dicari tahu setiap beritanya. Aku hanya seorang remaja yang ingin membebaskan diri dengan menulis sesuatu. Setiap kata yang hinggap di kepalaku, sebisa mungkin aku tulis. Atau aku menampungnya, dan menuliskannya kemudian hari. Bagiku, pekerjaan yang amat luar biasa di dunia ini adalah menulis. Seperti berkunjung ke dunia yang berbeda. Dunia dimana hanya diriku sendiri yang memahami esensinya. Semenjak aku bisa membebaskan diriku dengan menulis sesuatu, aku hanya menuliskannya di kertas biasa. Di buku yang bisa aku pakai untuk menuliskan pelajaran. Tanpa hiasan atau motif seperti buku-buku diary yang biasa aku lihat ketika berkunjung ke toko buku. Aku bermimpi untuk punya laptop agar dunia bias membaca tulisanku dan aku akan semakin dekat dengan tujuanku. Yaitu bias merubah dunia dengan kata-kata. Dan sementara ini, aku masih menuliskannya di kertas biasa dan mempublikasikannya sesekali.
Suatu hari di masa depan nanti, aku akan kembali membaca apa yang aku tulis saat ini dan mengenangnya entah sambil menangis atau tertawa..
               

Minggu, 08 April 2012

merindukanmu dengan caraku


Merindukanmu adalah salah satu hal yang paling mengganggu dalam hidupku. Sesibuk apapun diriku, nyatanya aku masih bisa menyempatkan waktu untuk mengenang segala hal tentangmu. Tahukah kau, kegiatan seperti ini amat menyesakkan.  Bagaimana tidak, bayanganmu datang seperti hantu yang gentayangan di pikiranku tanpa pernah izin terlebih dahulu.
            Rinduku padamu tak seperti pelangi yang datang hanya sesekali. Rinduku serupa udara yang mengisi setiap celah kosong hariku. Aku tahu. Kini diriku tak penting lagi bagimu. Dan aku menyadari bahwa diriku kini bukanlah orang pertama yang ingin kau ajak bercerita. Mungkin sekarang sudah ada seseorang yang menjadi pendengar setia atas setiap cerita bahagia dan sedihmu. Disini, dengan perih getirnya perasaanku, aku masih berharap kau kembali seperti dulu. Tapi aku hanya bisa berharap dalam diamku.
            Masih lekat di ingatanku ketika kita pertama kali bertemu. Juga ingatan  tentang pertemuan-pertemuan kecil yang sengaja kita buat dengan berjuta alasan. Lucu memang. Bahkan terkadang salah satu dari kita harus berkorban untuk membayar harga mahal sebuah pertemuan. Aku masih mengingat detail tentang dirimu. Tentang kamu yang selalu mengomentari aksesoris yang kupakai, atau tentang kebiasaanmu memainkan pulpen di sela jemarimu. Aku selalu suka ketika kamu bercerita dan menjelaskan sesuatu padaku. Dari sanalah aku menyadari bahwa kau mengagumkan. Kau bukan laki-laki biasa. Setidaknya bagi diriku dan dalam hidupku.
            Sebentar. Aku mau menghela nafas dulu. Karena mengingat bagian ini amat menguras hati dan air mataku. Seperti video rekaman yang di putar ulang, kenangan tentang hari itu hadir dan berputar-putar di kepalaku. Kenangan tentang hari yang seharusnya indah bagi kita, tapi aku malah menghancurkan segalanya.
            Pada hari itu, kau membawaku ke tempat yang sebelumnya tak pernah aku kunjungi. Katamu, aku akan suka tempat itu. Yah.. kau memang benar. Tubuhku seketika kaku ketika melihat pemandangan yang ada di hadapanku. Hamparan taman bunga berjuta warna. Aku terdiam dalam jeda penjang. Lalu kurasakan dirimu memetik hujan di bumi hatiku yang kering kerontang. Waktu seakan terhenti ketika kau menyatakan cintamu lewat sebuah lagu
Now that I’ve tried to
Talk to you and make you understand
More than words to show my feel
That my love for you it’s real
Sepenggal lagu yang amat kukenali dan aku sempat tertawa ketika menyadari ada beberapa lirik yang kau ganti. Setelah itu kita sama-sama terdiam. Tapi sayang, pada saat itu aku gagal membaca tanda yang tergurat jelas di langit biru hatimu.ya Tuhan.. apa yang sudah aku katakan padamu? Aku malah menyuruh kau untuk menunggu. Lalu dirimu mengartikan itu sebagai penolakan dariku. Aku menyadari telah melakukan sebuah kekeliruan. Aku ingat sekali, pada hari itu kau mengantarku pulang. Tapi tak ada percakapan sepanjang perjalanan. Kita tenggelam dalam pikiran masing-masing. Dan sejak saat itu, aku menyadari bahwa dirimu memutuskan untuk pergi. Aku terus mencari dirimu tapi tak kunjung kutemui. Kau seakan hilang ditelan bumi dan pergi meninggalkan jasad memar ini.
            Maaf, aku menangis lagi. Karena ini adalah bagian yang paling aku sesali.
            Beberapa bulan berselang, dan aku menemukan dirimu sebagai sosok yang baru. Segalanya tak sama lagi. Tak ku temukan lagi binar itu dari matamu. Kita bertemu seolah tak pernah mengenal sebelumnya. Kau bungkam tanpa sedikitpun sapaan. Untungnya, kau tak dapat mendengar gemuruh dalam dadaku. Aku memandang hampa bayangmu yang jatuh tepat di retina mataku. Kau membuat segalanya seolah mudah untuk dilupakan. Dan kau tak akan pernah tahu tentang malam-malam yang kulalui dengan kerinduan. Disini aku memaki, melawan gravitasi, dan hanya bisa berteriak dalam sunyi. Aku letih berperang dalam hatiku. Akalku berusaha menolak bayang dirimu, tapi ruang kosong dalam hatiku mengundangmu setiap waktu. Aku benci dengan perubahanmu, tapi aku lebih menbenci diriku yang tak bisa berhenti berharap padamu. Harapan yang menjadi satu-satunya alasan untuk aku bertahan meski diatas selaksa kegetiran.
            Mungkin lebih baik seperti ini. Aku tidak memilikimu. dengan begitu, aku tak akan pernah kehilangan dirimu. Ada atau tiada rasa itu bagimu, tapi aku akan tetap menjaganya dan menyimpannya dalam cawan pengharapan. Karena aku percaya, mungkin di suatu masa akan ada kesempatan kedua bagi cinta kita. Hanya satu hal yang aku inginkan darimu sekarang.  izinkan aku merindukanmu dengan caraku. Dengan menuliskan segala hal tentangmu . meski ku tahu, dirimu masih serupa air yang tak tergenggam jemari rinduku. Aku tak peduli dengan hal itu. Karena yang ku tahu dan yang ingin kutanamkan pada diriku hanya satu. Harapanku tak harus mati, dan cinta juga tak harus memiliki.

mungkin ini adalah cara terbaik untuk menjelaskan segalanya


Aku tak tahu harus bagaimana lagi menjelaskan segalanya. Aku tak dapat berkata apa-apa. Mungkin hanya bisa menuliskannya. Jujur, menuliskannya pun terasa berat bagiku. Aku tahu, di antara kita berdua tak akan pernah ada yang berani berkata lebih dulu. Maka sebelumnya, aku minta maaf jika ada kata-kata dalam catatan ini yang tak berkenan di hatimu. Sampai saat inipun aku masih takut. Teramat takut jika apa yang kutulis ini akan membebani pikiranmu. Janji ya, setelah membaca ini tak usah di pikirkan lagi. Bukan apa-apa. Aku hanya tidak ingin menyusahkan dirimu dengan kelakuanku.
Kamu tahu, bangunan pertahanan yang aku buat mulai runtuh. Mungkin sudah hukum alamnya begitu. Tapi jangan khawatir, masih ada beberapa sisi bangunan yang bisa aku pertahankan. Dan dapat kupastikan, aku tak akan melibatkan dirimu dalam hal ini. Jalani saja hidupmu, seolah ini tak pernah ada. atau jika dirimu lebih nyaman dengan melupakan, lupakan saja. Mungkin dengan begitu segalanya akan lebih baik. Dan yang lebih penting, kau bisa bahagia karenanya.
Satu kesimpulan yang bisa aku ambil dari semuanya adalah kita sama-sama membaca. Kau membaca tentang diriku, begitu pula dengan diriku yang membaca tentangmu. Lalu kita akan saling terdiam dalam jeda panjang. Saling menerka kira-kira apa yang ada dipikiran masing-masing. Setelah itu, sama-sama menyimpannya dalam diam. Itu kesimpulanku. Tapi tolong benahi jika ada kesalahan, atau kesimpulan yang kubuat sama sekali berbeda dari sisi dirimu. Karna perlu kau ketahui, aku sangat suka membaca apa saja. Tapi satu hal yang tak dapat aku baca. Yaitu pikiranmu.
Tentang catatan-catatanku, tentu aku sangat berterima kasih kau berkenan membacanya.  Ketika  kau menyadari ada beberapa catatanku yang tertuju padamu, mungkin hal itu sudah tidak relevan lagi dengan kondisi sekarang ini. Dan tolong percaya, aku tak pernah bermaksud menyinggung perasaanmu atau hal yang menyakitkan lainnya. Tapi jika ada kata-kataku yang terlanjur menyakiti hatimu, aku mohon maaf yang sebesar-besarnya. Mungkin kau bosan dengan kata maafku. tolong di maklumi ya, sifatku memang begitu.  Aku tak tenang  jika ada seseorang yang mengganjal pikiranku dan aku selalu memikirkan kira-kira kesalahan apa yang aku perbuat padanya. Semoga permohonan maafku bisa menyentuh hatimu.
Aku akan berusaha membuat segalanya menjadi sederhana. Yah.. akan kucoba. Mohon doanya ya.
Oia, aku lupa berterimakasih. Mungkin yang kamu tak tahu, semenjak aku mengenalmu, aku mulai bisa membebaskan diriku dengan menulis sesuatu.  Sampai saat ini, ketika aku menuliskan catatan ini, dirimu masih menjadi alasan kenapa aku tetap menulis. Dan aku tak tahu bagaimana cara terbaik untuk menjelaskan semua yang aku rasa kecuali dengan menuliskannya. Jadi terimakasih banyak ya. Mulai saat ini, mari kita belajar saling memaafkan, mengikhlaskan, dan juga saling mendoakan. Semoga Allah selalu mendamaikan hati kita dengan segala ketentuan-NYA.
Jalanku dan jalanmu memang berbeda, tapi semoga Allah selalu meridhoi setiap langkah yang kita ambil. Dan mari kita bersahabat dengan sederhana .