Merindukanmu
adalah salah satu hal yang paling mengganggu dalam hidupku. Sesibuk apapun
diriku, nyatanya aku masih bisa menyempatkan waktu untuk mengenang segala hal
tentangmu. Tahukah kau, kegiatan seperti ini amat menyesakkan. Bagaimana tidak, bayanganmu datang seperti
hantu yang gentayangan di pikiranku tanpa pernah izin terlebih dahulu.
Rinduku padamu tak seperti pelangi yang datang hanya
sesekali. Rinduku serupa udara yang mengisi setiap celah kosong hariku. Aku
tahu. Kini diriku tak penting lagi bagimu. Dan aku menyadari bahwa diriku kini
bukanlah orang pertama yang ingin kau ajak bercerita. Mungkin sekarang sudah
ada seseorang yang menjadi pendengar setia atas setiap cerita bahagia dan
sedihmu. Disini, dengan perih getirnya perasaanku, aku masih berharap kau
kembali seperti dulu. Tapi aku hanya bisa berharap dalam diamku.
Masih lekat di ingatanku ketika kita pertama kali
bertemu. Juga ingatan tentang
pertemuan-pertemuan kecil yang sengaja kita buat dengan berjuta alasan. Lucu
memang. Bahkan terkadang salah satu dari kita harus berkorban untuk membayar
harga mahal sebuah pertemuan. Aku masih mengingat detail tentang dirimu.
Tentang kamu yang selalu mengomentari aksesoris yang kupakai, atau tentang
kebiasaanmu memainkan pulpen di sela jemarimu. Aku selalu suka ketika kamu
bercerita dan menjelaskan sesuatu padaku. Dari sanalah aku menyadari bahwa kau
mengagumkan. Kau bukan laki-laki biasa. Setidaknya bagi diriku dan dalam
hidupku.
Sebentar. Aku mau menghela nafas dulu. Karena mengingat
bagian ini amat menguras hati dan air mataku. Seperti video rekaman yang di
putar ulang, kenangan tentang hari itu hadir dan berputar-putar di kepalaku.
Kenangan tentang hari yang seharusnya indah bagi kita, tapi aku malah menghancurkan
segalanya.
Pada hari itu, kau membawaku ke tempat yang sebelumnya
tak pernah aku kunjungi. Katamu, aku akan suka tempat itu. Yah.. kau memang
benar. Tubuhku seketika kaku ketika melihat pemandangan yang ada di hadapanku.
Hamparan taman bunga berjuta warna. Aku terdiam dalam jeda penjang. Lalu
kurasakan dirimu memetik hujan di bumi hatiku yang kering kerontang. Waktu
seakan terhenti ketika kau menyatakan cintamu lewat sebuah lagu
Now that I’ve tried to
Talk to you and make you understand
More than words to show my feel
That my love for you it’s real
Sepenggal lagu yang
amat kukenali dan aku sempat tertawa ketika menyadari ada beberapa lirik yang
kau ganti. Setelah itu kita sama-sama terdiam. Tapi sayang, pada saat itu aku
gagal membaca tanda yang tergurat jelas di langit biru hatimu.ya Tuhan.. apa
yang sudah aku katakan padamu? Aku malah menyuruh kau untuk menunggu. Lalu
dirimu mengartikan itu sebagai penolakan dariku. Aku menyadari telah melakukan
sebuah kekeliruan. Aku ingat sekali, pada hari itu kau mengantarku pulang. Tapi
tak ada percakapan sepanjang perjalanan. Kita tenggelam dalam pikiran
masing-masing. Dan sejak saat itu, aku menyadari bahwa dirimu memutuskan untuk
pergi. Aku terus mencari dirimu tapi tak kunjung kutemui. Kau seakan hilang
ditelan bumi dan pergi meninggalkan jasad memar ini.
Maaf, aku menangis lagi. Karena ini adalah bagian yang
paling aku sesali.
Beberapa bulan berselang, dan aku menemukan dirimu
sebagai sosok yang baru. Segalanya tak sama lagi. Tak ku temukan lagi binar itu
dari matamu. Kita bertemu seolah tak pernah mengenal sebelumnya. Kau bungkam
tanpa sedikitpun sapaan. Untungnya, kau tak dapat mendengar gemuruh dalam
dadaku. Aku memandang hampa bayangmu yang jatuh tepat di retina mataku. Kau
membuat segalanya seolah mudah untuk dilupakan. Dan kau tak akan pernah tahu
tentang malam-malam yang kulalui dengan kerinduan. Disini aku memaki, melawan
gravitasi, dan hanya bisa berteriak dalam sunyi. Aku letih berperang dalam
hatiku. Akalku berusaha menolak bayang dirimu, tapi ruang kosong dalam hatiku
mengundangmu setiap waktu. Aku benci dengan perubahanmu, tapi aku lebih
menbenci diriku yang tak bisa berhenti berharap padamu. Harapan yang menjadi
satu-satunya alasan untuk aku bertahan meski diatas selaksa kegetiran.
Mungkin lebih baik seperti ini. Aku tidak memilikimu.
dengan begitu, aku tak akan pernah kehilangan dirimu. Ada atau tiada rasa itu
bagimu, tapi aku akan tetap menjaganya dan menyimpannya dalam cawan
pengharapan. Karena aku percaya, mungkin di suatu masa akan ada kesempatan
kedua bagi cinta kita. Hanya satu hal yang aku inginkan darimu sekarang. izinkan aku merindukanmu dengan caraku.
Dengan menuliskan segala hal tentangmu . meski ku tahu, dirimu masih serupa air
yang tak tergenggam jemari rinduku. Aku tak peduli dengan hal itu. Karena yang
ku tahu dan yang ingin kutanamkan pada diriku hanya satu. Harapanku tak harus
mati, dan cinta juga tak harus memiliki.
Waaa blog baru. Tulisannya juga bagus. :) simple.
BalasHapushabis galau, terbitlah move on :D baju jupe wkwkwwkwk
BalasHapushehe makasih mas ara :D
BalasHapuswas here ^_^ nice post
BalasHapusjust a simple words and a simple hope
hehe thx a lot sista Alpha ^_^
BalasHapus